Benar salah itu ada di otak masing-masing
Thursday, November 1st, 2007 2:35 pm

Sebelum Tulisan Dimulai…
Seorang anak kelas SD mengerjakan soal pengurangan 15 – 8. Dia mengerjakan dengan cara logika berpikir seperti ini:
* 15 terdiri dari 1 puluhan (10) dan 5 satuan
* Selanjutnya anak mengurangi 10 – 8 = 2
* Karena masih ada sisa satuan 5 maka, hasil tadi dijumlahkan yaitu 2 + 5 = 7
* Jadi 15 – 8 = 7Proses belajar yang sudah betul tadi, disalahkan oleh guru disekolahnya, “Nak, ini salah. Soal itu kan pengurangan jadi tidak boleh diselesaikan dengan penjumlahan.” Tentu saja sang anak menjadi bingung, dan sang guru ngotot. “Pokoknya 15 – 8 berapa? Coba hitung dengan jari.”
Menurut Anda, apakah sang anak yang salah? Atau sang guru? Atau mungkin malah pendidikan di Indonesia yang salah?
Tulisan Sesudah Sebelum Tulisan Dimulai…
Yup, kadang keyakinan seseorang itu berbeda dengan keyakinan orang yang lain.
Coba lihatlah keyakinan para pengikut (yang katanya) nabi baru dr aliran Al Qiyadah. Dengan berapi-api mereka akan mengatakan bahwa keyakinan mereka benar.
Semalam saya baru menonton pengakuan pengikut Al Qiyadah Al Islamiyah tersebut, kalau tidak salah berinisial “L”.
Si “L” ini, dengan yakinnya mengatakan bahwa ajaran yang dibawa sang nabi baru ini adalah benar.
Lalu, tengok lagi orang yang dulu pernah mengaku sebagai Imam Mahdi, ya dia adalah Lia Eden. Yang baru keluar penjara setelah 22 bulan menjadi tahanan.
Sejak dipenjara, apakah pengikutnya berubah keyakinan?
Apakah mereka benar? Apakah mereka salah? Bagi mereka, mereka benar. Itu keyakinan mereka.
Toh, bagi umat beragama lain, mereka juga mempunyai kepercayaan dan pengetahuan masing-masing.
Bagi saya? Yah bagi saya yang benar adalah ajaran agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad s.a.w.
Dalam kehidupan sehari-hari juga, saya sering berdebat dengan dosen yang mengatakan bahwa mereka benar, dan saya katakan saya benar karena itu memang bidang saya. Dan saya merasa sudah mempelajari dan memiliki pengetahuan bidang tersebut lebih dari sang dosen.
Atau Anda pernah bertabrakan kendaraan di jalan raya. Yang merasa di belakang akan mengatakan bahwa yang di depan salah karena mengerem mendadak.
Sedangkan yang di depan mengatakan bahwa yang salah itu kendaraan dibelakang, mengapa lajunya terlalu kencang jadi tidak sempat mengerem.
Saya pernah dengar sebuah pepatah (dlm bahasa inggris) mengatakan:
Kita melihat dunia dari kacamata kita, bukan dari dunia itu sebenarnya.
Bagaimana dengan Anda?
Tulisan Sesudah Tulisan…
Hm, jadi inget waktu putusan sama mantan pacar, dia dengan ego nya mengatakan bahwa dia benar, sehingga menyebabkan kami putusan. Sedangkan saya mengatakan bahwa sayalah yang benar.
Siapa yang benar, itu ada di otak masing-masing

kebenaran dari akal itu cuma sementara
kebenaran dari sang pencipta itu yang paling nyata
akal kadang ditambah ego , jadinya agak repot untuk komunikasi dengan sang pencipta
nice thread
horeeeeeeeeee pertamax
gak ada yang salah.. asal hasil akhirnya sama. kita mau ikut yang mana ya terserah keyakinan kita saja.. Wallahualam Bishawab..
yang salah itu datangnya dari manusia..
dan yang benar itu datangnya dari Allah S.W.T.
Semoga masih sepuluh besar :D
Betapa benar Albert Einstein dengan hukum relativitasnya. Semuanya itu relatif….
@finkz: sering nonton Dorce Show ya…:-"
hm, tes komentar sudah AJAX blom yah
Emang, benar tidaknya sesuatu hanya bisa dilihat dari suatu sudut pandang. Benar tidaknya sudut pandang yg kita pake juga tergantung dari sudut mana kita memandang sudut pandang itu. Lalu, apakah sudut pandang yg kita pakai untuk menilai sudut pandang kita itu benar?
Cuape dee…
Intinya, kita harus berpedoman kepada sesuatu yg tidak akan pernah berubah sepanjang masa. Semuanya kembali kepada Sang Pencipta
inshaflah kang, kiamat sudah dekat.
Menghadapi orang yang sudah taklid buta itu susah, benar tindakan Umar Ibn Khotob;
kalau sudah tidak bisa diluruskan, patahkan sekalian.
Wallahu alam
eh, kok postingan ini gak perlu dikomentari lagi ya. Maklum, semua mempunyai opini masing² Kecuali nomer #8 eh, itu ngomongin ak Kus?? He..
anak esdena pinter2, euy…
think smart, ya?
:P
wehehehehe…
Kai dari australia, loh… :D
Cuma mau mengomentari anak SD itu, sepertinya dia termasuk golongan orang yang suka membuat hal-hal mudah menjadi sulit ya…
hmm… ^_^, wah jangan2 kebenaran yang ada selama ini juga hanya dibuat dari otak beberapa orang, yg akhirnya berhasil memanipulasi otak2 lainnya :P
au ah.. universal language… hati nurani… that's the truth
kiamat sudah dekat… :-w
setuju sama judul dari postingan ini.
tapi janganlah kita merasa bener sendiri, dan menganggap yang lain itu salah dan mesti ikut apa yang kita anggap benar (sendiri)
kebenaran yang hakiki itu cuma milikNya dan sudah jabarkan semuanya dengan jelas di kitab suci, jadi janganlah sekali kali mengingkarinya.
siapa yang benar?
ya yang merasa benar
ya yang memiliki keyakinan kalo apa yang di yakininnya benar
wah kalo soal soal keyakinan kek gini aku gak mo ikut-ikut…
panjang urusannya…
:-"
wah, susah juga. masalah sudut pandang. dan itu relatif. :d
-IT-
anak SD itu mungkin ga salah, tapi ga tepat. mirip sama kasus 2+2=4, tapi 2 kursi + 2 meja bukan 4 kursi meja kan…
setiap orang pasti ngerasa dirinya benar, dan berusaha untuk memperkuat pendapatnya itu.
Nah, tinggal gimana sikap kita menghadapi orang yang ‘keukeuh’ dengan segala argumentasinya itu…
salam kenal
Yupzx…benar memang seringkali kebenaran dipengaruhi oleh faktor subyektifitas (setidaknya karena diakibatkan karena adanya perbedaan sudut pandang dan kerangka berpikir). Tetapi, kebenaran pun sebenarnya memiliki suatu kriteria…walaupun kriteria tsb tidak bersifat mutlak, melainkan kriteria yang hanya berdasar suatu kesepakatan mayoritas.
Kalau untuk sesuatu persoalan kecil dan yang berkaitan dengan rutinitas keseharian sih penyelesaian dan pedapatnya yang beda dan tergantung cara pikir dan isi otak masing-masing itu masih benar.
Tapi kalo soal agama jangan main pemikiran lah. Semua ada aturannya. Apalagi masalah akidah yang membahas Dzat Allah yang tak bisa kita buktikan dengan mata kita.
Itu pendapat saya menurut sudut pandang saya :D
itulah pentingnya blajar Filosofi jawa
"bener ning ra pener" :)
Pandanglah dari sisi yang lainnya….
Benar atau salah? tergantung anda… :D
pokoknya.. SAYA selalu benar… dan harus benar
Pokoke™ aLe yg paling bener (titik) >:)
Hahaha statement terakhir ngena banget.
Btw, maap OOT itu gabar cewe yang di pojok kanan atas ganti2 terus yah
:-?
bener banget dy, bener/salah itu asalnya dari pikiran kita, yang nyopir pikiran ya otak, hingga menjadi perasaan yang mengatakan "benar/salah".
#23: yup, kalo masalah yang hakiki, saya gak mau kompromi dengan ego sendiri sih
#28: yup, berubah-rubah terus. Ada 5 gambar
aha…. sepakat dengan tulisannya nih..
tapi mungkin kebenaran itu satu hanya dalam proses kesana banyak pariasi…
Yah itulah manusia. Pastinya punya ego untuk mempertahankan pendapatnya yg dirasa paling bener. :)>-
dah kebanyakan yang komen………
hehehe…
emang mental pendidikan indonesia udah gitu dari dulu kali yah :P
malah terkadang guru/dosen itu terkesan pelit ilmu…
contohnya, pada suatu perkuliahan, si dosen mempresentasikan teori yang diajarkan, nah setelah perkuliahan selesai, kami para mahasiswa mau meminta file presentasi powerpoint tadi guna dipelajari di rumah, eh si dosen malah nolak dengan alesan "jangan nanti kamu sebarkan ke orang laen lagi", walah!!! ilmu tuh emang buat disebarkan ke orang-orang woi pak dosen!!! jangan dimakan sendiri, ya ga???
woi ngapo halaman indexnyo jadi mak itu
anaknya pinter amat…
tapi memang jalan pikir orang beda-beda…
yang salah muridnya, ngapain bilang2 klo dapet rumus kayak gt…
berat euy tulisannya :P
sudah lama gak mampir ke sini
yah, yakini aja apa yg kita yakini!
toh di al-qur'an tertulis, "lakum dinukum waliyaddiin", kan?
*eh, bener gini ga sih tulisannya? :P
menurutku sih anak dlm yg illustrasi pertama itu udh benar! ;)
dia hanya mempermudah caranya mengerjakan soal.
toh hasilnya sama saja, bukan?
seperti postingan mas yg sebelumnya : Kenapa ya ada saja orang yang punya ide mempersulit sesuatu yang mudah?
:P
yang salah sih yang komen di blog ini. bukannya majuin pendidikan, malah komentar-komentar di blog doang..
:-"
* kabur sebelum disambit pake rok *
Semua agama di jagat ini tidak akan bisa memberikan kebenaran absolut karena memang kebenaran tidak bisa dihitung secara matematis. Jadi, janganlah menanggap suatu kebenaran merupakan kebenaran, anggaplah itu suatu kesalahan sehingga anda akan selalu berupaya menjadikan itu benar. Wuihhhh….:d
wah telat nh, btw tulisannya keren :)
emank sich…bener smua yg di katakan…yg benar dan salah itu tergantung dr pribadi manusia itu sendiri…he he he:d:n/