Menunggu bangkitnya Indonesia
Tuesday, 23 October 2007 07:53:09 pm
Sebelum Tulisan Dimulai…
Alkisah, di atas kapal kecil di tengah laut, berbincang-bincanglah tiga orang penumpang. Kebetulan mereka berasal dari Indonesia, Malaysia, dan Amerika.
“Sepertinya, kapal kita bakal tenggelam. Mungkin karena muatannya terlalu berat,” si Malaysia memulai percakapan.
“Wah, kalau begitu, kita harus mengurangi muatan,” usul si Indonesia.
“Jangan khawatir, teman-teman,” sahut si Amerika sambil berdiri. “Saya membawa setumpuk celana jins dari Amerika. Semuanya akan saya buang ke laut. Di negara saya, yang seperti itu sih banyak. Murah-murah lagi.” Setumpuk celana jins pun dibuang oleh si Amerika ke laut.
Beberapa menit kemudian, si Malaysia kembali berkata, “Kapal ini masih mungkin tenggelam. Rupa-rupanya muatannya masih terlalu berat.”
“Jangan khawatir, teman-teman,” giliran si Indonesia yang menjawab seraya berdiri. “Saya membawa setumpuk baju batik dari Indonesia. Semuanya akan saya buang ke laut. Di negara saya, yang seperti itu sih banyak. Murah-murah lagi.” Setumpuk baju batik pun dibuang oleh si Indonesia ke laut.
Ternyata kapal kecil itu tetap saja terancam tenggelam, karena memang muatannya terlalu berat. Langsung saja si Malaysia dilirik oleh si Amerika maupun si Indonesia. si Malaysia pun tahu diri. Sertamerta ia berdiri.
“Mohon maaf, saya tidak membawa apa-apa,” ujar si Malaysia. “Tetapi, saya tidak akan tinggal diam.” Usai bicara, tiba-tiba saja si Malaysia mendorong si Indonesia sehingga jatuh ke laut.
“Hei, mengapa si Indonesia itu didorong ke laut?” ungkap si Amerika dengan penuh keheranan.
“Jangan khawatir, teman,” balas si Malaysia dengan tenang, “Di negara saya, yang seperti itu sih banyak. Murah-murah lagi.” (( 10 Jurus Terlarang – Ippho Santosa halaman 104-105 ))
Tahan tertawa Anda!
Saya bilang tahan!
Begitulah, merek Indonesia sering menjadi bahan olok-olok. Maklum, membawa nama Indonesia itu berat.
Tulisan Sesudah Sebelum Tulisan Dimulai…
Tulisan ini ada sangkut-pautnya dengan yang dialami akhir-akhir ini. Tentang Indonesia-ku…
Pernah dengar slogan: Malaysia Truly Asia? Slogan yang beberapa tahun terakhir ini sibuk dipasarkan oleh Malaysia ke seluruh pelosok dunia.
Slogan Truly Asia (Asia yang Sesungguhnya) benarkah pantas disandang oleh Malaysia? Padahal kalau seandainya Anda melihat segi pembauran etnis di Indonesia, Anda akan melihat Indonesia jauh lebih membumi ketimbang Malaysia.
Namun, jika dilihat dari pemanfaatan keragaman etnis dan kultur sebagai nilai jual wisata, Indonesia tertinggal jauh.
Seandainya Anda mempunyai sebuah ide yang Anda kira tidak bermanfaat bagi Anda, lalu Anda melupakan sebuah ide itu begitu saja. Ternyata sebuah ide tersebut dimanfaatkan orang lain agar menjadi sesuatu yang bermanfaat. Apa yang Anda lakukan?
Lagu Rasa Sayange adalah lagu Indonesia yang tidak dimanfaatkan oleh Indonesia untuk mempromosikan Indonesia.
Yah, apa mau dikata. Benarkah Indonesia bersungguh-sungguh ingin mempromosikan budaya Indonesia? Kalau memang mau, kenapa lagu Rasa Sayang tidak dipromosikan menjadi lagu pariwisata Indonesia? Kenapa malah Malaysia yang mempromosikannya? (yang kalau versi Malaysia menjadi Rasa Sayang Hey).
Atau Indonesia cuma menjadi produsen film bokep, porno, seks?? Sungguh menyedihkan jika akhirnya hanya seperti itu.
Dan jika melihat di Malaysia sana (tahu dari temen yang keluarganya di Malaysia) internet di sana sangatlah murah (sekitar 200rb/bulan untuk koneksi 1Mbps). Sedangkan di Indonesia?? ha ha… Internet dijadikan bisnis untuk memperkaya perusahaan monopoli telekomunikasi di Indonesia yang selalu mengatakan: kami merugi. Internet di Indonesia bukan sebagai sarana pendidikan
Yang jelas, ini adalah pelajaran berharga untuk Indonesia-ku. Indonesia tercinta yang belum bangkit-bangkit juga dari keterpurukannya. Saya orang yang paling suka menunggu kebangkitan sesuatu, maklum saya menunggu Inter Milan menjadi jawara serie: A dan segagah sekarang semenjak tahun 1998. Inter aja bisa, Indonesia kapan?? (eh hari Kebangkitan Nasional kapan yah??)
Tidak hanya menunggu. Minimal bangkitkan semangat pada diri Anda dalam hal apa pun. Mulailah dari hati, mulai dari diri sendiri, mulailah sekarang juga




23rd October 2007 07:57:51 pm
memakai
1
PERTAMAX dulu baru baca..
kayaknya dah tau isi postingannaya..
mulai baca…
23rd October 2007 08:03:49 pm
memakai
2
btw tentang inter..1998 atau 1989 sih??
lisensi buat pempek+ cuko udah ada yang pegang blom??
jangan sampe di ambil oleh
maling-sia.23rd October 2007 08:12:33 pm
memakai
3
Indonesia terlalu terpaku dan berharap banyak sama Bali. Seakan akan Bali adalah kartu As-nya Indonesia. Kemana pun promosi wisata Indonesia dilakukan, pasti ada bau bau Bali-nya. Nah ini akan menjadikan Indonesia menjadi bayang bayang Bali.
23rd October 2007 08:12:46 pm
memakai
4 //Author Comment
#1, #2: duh, ni anak masih juga di-edit² dikit langsung komen. Hm, tahun 1998 tuh saya mulai menjadi fans Inter.
Kalo ttg cuko dan pempek?? bingung. Lisensi Palembang??
#3: Ha ha, pernah liat wawancara turis. Ternyata turis itu tidak tau Indonesia, cuma tau Bali. Malah dia pikir Indonesia adalah bagian dari Bali, kebalik
23rd October 2007 08:25:43 pm
memakai
5
ya itulah endonesia, selama para pimpinannya sibuk dengan urusannya masing-masing tanpa peduli dengan rakyat, gak akan maju negara ini
23rd October 2007 09:53:24 pm
memakai
6
Sebenarnya masih banyak potensi Indonesia yang akan jauh membawa kita lebih maju dari maling sia

Kita kaya tapi kenapa kita bisa kalah gini ya
23rd October 2007 09:54:53 pm
memakai
7
Eh tuh negaranya kok pada nggak bener ya ?
Apa aku yang beum tahu aja ya
23rd October 2007 10:22:05 pm
memakai
8 //Author Comment
#5: HAha
#6, #7: yah, gitu deh. Yap, database negara yang saya pake rada-rada kacau. Cuma ada yg bener kok
23rd October 2007 11:11:39 pm
memakai
9
Maaf, saya sempat tertawa baca intro diatas, tapi mau bagaimana lagi, Oh, Indonesia kalo ngak ke Malaysia, berarti ngak kerja.
24th October 2007 05:56:26 am
memakai
10
inter busuk!!!!!! mendingan Arsenal.
Tapi kabarnya Malasyia beli Kapal Selam tuh dari Perancis, buat nandingin kapal selam Indonesia yang di beli dari Rusia.
24th October 2007 07:26:58 am
memakai
11
bintang-bintang kiy maksudnya apaan toh?
yes… 20 besar!!
24th October 2007 08:18:51 am
memakai
12
Saya tetap bangga kok jadi org Indonesia
Kerenan juga Indonesia, cb deh Dy ke Malaysia, makanannya ga seenak di Indonesia, org2nya malah ga bersahabat..
24th October 2007 09:33:28 am
memakai
13
lelucon segar, tp emang kenyataan sih…bnyk tkw kita di negara seberang itu…
mknya kita sbgi generasi muda musti mengharumkan nama bangsa hohoh
ayo tunggu apalagi..kerja .,..kerja…jgn pada nge-blog aje
24th October 2007 09:42:23 am
memakai
14
Indonesia? masa’ seh?
24th October 2007 10:24:17 am
memakai
15
OOT neh …
Minal adizin wal faidzin .. hihihii. maaf lahir bathin. sorry telat
24th October 2007 11:24:17 am
memakai
16
sebelumnya izinkan saya:
terima kasih
24th October 2007 01:08:17 pm
memakai
17
indonesia… negara dg berbagai kekayaan tp mayoritas rakyatnya hidup dg berbagai kekurangan. aneh…! kuncinya adalah kejujuran penguasa.
24th October 2007 04:02:02 pm
memakai
18 //Author Comment
#9: ketawa boleh kok
sebelum tertawa itu bayar
#10: IDUP INTER, arsenal bakal dilibas deh kalo ketemu, eh kalo kapal selam, di Palembang banyak
#11: itu menandakan komentar Galih di blog ini, kalo 10 kali komentar, dapet 1 bintang, begitu seterusnya. Coba arahkan cursor ke bintang, pasti dikasih tau, sudah berapa kali komentar
#12: he he, di Indo ada Pak Bondan, maknyuss. Btw pempek ada gak ya di Malaysia??
#13: iya, ayo jangan pada ngeblog
#14: hah?? ngomentarin yg mana Kai??
#15: Met lebaran juga Med
#16: eh, nangis ya??
#17: sip. Mudah²an dibaca penguasa sekarang maupun yang akan datang
24th October 2007 04:10:01 pm
memakai
19
lumayan lah.. humornya agak beda dikit dari yang pernah saya baca

klo dulu yang saya baca yang dilempar tuh orang jawa
24th October 2007 10:11:18 pm
memakai
20
ketiban sial mlulu yah

25th October 2007 12:50:28 am
memakai
21
hihihiii….
kelamaan dijajah sich ama blanda, 3.5 abad plus ama jepang. Jadi ibaratnya udah tradisiii…
maksudnya udah tradisi kalah secara dijajah terus ngga ada perlawanan.
Kalau kasus malaysia belakangan ini aku ngeliatnya kok Indonesia ngga ada harga diri nya ngga punya wibawa di mata negara lain.
25th October 2007 12:53:59 am
memakai
22
Wah sip udah lancar access blog ini. Masih ribut soal Malaysia lagi nih
25th October 2007 01:50:51 am
memakai
23
oh malaysia…
aku bingung harus komentar apalagi tentang dirimu nak,,
hikz,.
25th October 2007 04:09:38 am
memakai
24
internet mahal kenapa?
kalo bisa jual mahal .. kenapa harus jual murah??
hehehe


25th October 2007 10:40:36 am
memakai
25 //Author Comment
#19: ha.. beda versi yah
#20: kalau berusaha, bakal bisa berubah kok
#21: yah, brharap nggak berlanjut sih. btw makasih atas nama jawa kunonya
#22: server pindah lg k US sih.
#23: mestinya sih, indonesianya…
#24: ye, yg gak fakir benwit
25th October 2007 09:33:56 pm
memakai
26
Hedop Endonesiaaaa.. Eh, ini jokenya rasis kali yah.
26th October 2007 10:19:05 pm
memakai
27
bawa2 inter
forza Roma ajah!!!
6th November 2007 08:01:51 am
memakai
28
yang bikin indonesia maju ada lah solusi dari permasalahan dan kemauan untuk maju dan berusaha… kalo cuma komentar sana sini, kritik sana sini, demo sana sini, gak mau berubah menjadi lebih baik, melakukan perbuatan baik malah ditertawakan… gimana KITA mau maju?
rebuilding indonesia.
10th November 2007 08:48:40 am
memakai
29
wekekekek….
emang membawa nama indonesia itu susah…
dan keliatannya emang bangsa ini semakin ambruk
kang ardy, tukeran link ye…
http://xvader.blogspot.com/