Menggoda Dengan Uang Raksasa
Wednesday, July 11th, 2007 11:32 am
Postingan pertama sejak dijadikan member oleh Ardy. Kebetulan kemarin lagi liat-liat koran dan ngga’ sengaja ngebaca artikel “Di Balik Mega-akuisisi Perusahaan (1)” dengan sub judul Menggoda Dengan Uang Raksasa.
Berikut isi artikel selengkapnya.
MISALKAN Anda mempunyai rumah yang bagus. Rumah itu dibangun sendiri oleh kakek atau ayah Anda, sejak pasang batanya, kerangkanya, gentengnya, sampai membuat tamannya. Karena sudah punya rumah sendiri, Anda menyewakan saja rumah warisan itu. Tiap tahun Anda dapat uang sewa. Nilai rumah itu, katakanlah, paling tinggi sekarang Rp10 miliar. Itu pun akan sulit cari pembeli yang mau segitu.
Tapi, Anda tidak pernah berpikir sedikit pun untuk menjual rumah itu. Anda bangga memiliki bangunannya, menyimpan sertifikat tanahnya, dan menikmati uang sewanya.
Tiba-tiba, ada orang datang yang ingin membeli rumah itu dengan harga Rp13 miliar. Meski mungkin mula-mula Anda langsung mengatakan “tidak akan jual rumah ituâ€, tapi apakah Anda tidak tergoda untuk memikirkannya?
Begitulah yang kian sering terjadi sekarang di dunia bisnis besar. Jual beli perusahaan terus semakin gila-gilaan. Meski sedang dirundung sengketa yang terus memanas dengan Wahaha, partnernya di Cina, Danone, sedang menawar dengan harga lebih tinggi perusahaan Kraft Food dari Chicago, AS. Ini perusahaan biskuit yang punya pasar terbesar di Eropa. Untuk membeli perusahaan itu, Danone harus mengeluarkan uang Rp70 triliun. Jauh lebih tinggi daripada harga wajarnya.
Tentu, pada awalnya, Kraft tidak berniat menjual perusahaannya. Sebab, Kraft sendiri baru saja membeli perusahaan Inggris, United Biscuit unit Portugal dan Spanyol. Tapi karena tawaran Danone memang menggiurkan, jual beli perusahaan itu kini hampir tuntas. Maka, merek-merek terkenal seperti Rizt dan Oreo pun akan menjadi milik Danone. Seperti juga merek terkenal Cina, Wahaha, dan merek terkenal di Indonesia, Aqua.
Merek-merek yang sudah beken, di samping penguasaan pasar dan keandalan manajemen di dalamnya, memang sedang diincar oleh orang-orang yang suka membeli perusahaan. Sebab, mereka menyadari membangun merek dari awal hingga terkenal tidaklah gampang. Memakan waktu panjang, kerja keras, dan biaya besar. Bagi mereka, membeli perusahaan yang sudah ‘’jadi’’ lebih cepat dan mudah. Tinggal satu pekerjaan: mencari uang besar. Ini, mah, pekerjaan rekayasa keuangan biasa saja.
Cara seperti Danone, atau juga Walmart, juga dilakukan raja media asal Australia, Rupert Murdoch. Dulu dia membeli Times of London, koran paling besar dengan merek paling terkenal di Inggris. Kini Murdoch sedang menyelesaikan pembelian Dow Jones. Perusahaan ini, antara lain, memiliki harian Wall Street Journal, koran terbesar dan terkenal di Amerika. Melihat korannya juga diperlakukan seperti barang dagangan biasa seperti itu, beberapa karyawan Wall Street Journal kecewa. Lalu, mereka melakukan demonstrasi kecil-kecilan dengan membeber poster, ‘’Dijual, Walmart Journal!’’
Kalau seorang seperti Murdoch sudah mengincar merek dan reputasi sehebat itu, harga tidak jadi pertimbangan lagi. Meski pada awalnya ahli waris Dow Jones sama sekali tidak pernah berpikir untuk menjual perusahaannya, tapi karena tiba-tiba saja Murdoch memberikan keterangan kepada wartawan bahwa dia mau membeli Dow Jones dengan harga 50 persen lebih tinggi daripada nilai pasarnya, para ahli waris itu limbung. Ahli waris Dow Jones terkejut-kejut. Bukan saja tidak pernah terpikirkan menjual perusahaan, tapi juga belum pernah bicara apa pun dengan Murdoch.
Tapi, melihat harga yang disebut itu luar biasa besar (sekitar Rp48 triliun), lama-lama ahli waris Dow Jones memikirkannya. Kalau reaksi awalnya menolak mentah-mentah, lama-lama menjadi, ‘’kita pikir-pikir dulu’’. Lalu, ‘’Yah, kalau harganya cocok, mengapa tidak?’’ Toh sang ahli waris tidak pernah merasakan susahnya membangun perusahaan itu dulu. Apalagi juga tidak memegang manajemennya. Semua sudah dipegang para professional sehingga tinggal sesekali saja ‘’rasa memiliki’’ mampir pada hatinya. Terutama saat lagi terima dividen. Maka, tidak mustahil bila perkembangan reaksi dari ‘’menolak’’, menjadi ‘’pikir-pikir’’, sampai ke ‘’mengapa tidak’’, akhirnya tiba pada ujungnya: ‘’setuju’’!
Di tingkat negara, Singapura-lah yang rajin membeli perusahaan di luar negeri. Negara yang jumlah kepemilikan hand phone-nya kurang dari 5 juta itu (karena penduduknya hanya 3 juta) akan memiliki perusahaan telekomunikasi terbesar di Asia karena terus membeli perusahaan telkom di mana-mana. Termasuk, Telkomsel dan Indosat di Indonesia.
Di bidang penerbangan, Singapura yang bandaranya saja hanya satu (dan karena itu tidak punya penerbangan domestik) juga bisa memiliki perusahaan penerbangan terbesar karena akan terus membeli perusahaan penerbangan di negara lain. Bulan lalu Singapura membeli saham 25 persen China Eastern, perusahaan penerbangan ketiga terbesar di Cina.
Dan, pelabuhan Singapura hampir saja menjadi pelabuhan terbesar di dunia kalau saja tahun lalu berhasil memenangkan persaingan untuk membeli perusahaan pelabuhan London. Keunggulan manajemen Singapura di bidang telekomunikasi, pelabuhan (paling efisien di dunia), penerbangan (terbaik di dunia), dan perbankan memang jadi andalannya.
Kini, untuk menjadi besar, tidak lagi harus jual beli barang. Atau tidak harus mandi keringat, banting tulang membangun usaha mulai dari kecil. Itu sudah dianggap kuno dan lambat. Langsung saja membeli perusahaan yang sudah besar dan ternama. Bahwa harga lebih mahal daripada seharusnya, nanti ada hitungannya tersendiri.
Yang dilakukan Singapura sebenarnya masih juga agak kuno. Masih membeli perusahaan yang kurang baik karena ingin harga yang murah. Lalu, dengan keunggulan manajemennya, perusahaan itu dibenahi. Lama-lama berkembang pesat sehingga nilainya bertambah-tambah. Jelasnya, untuk ‘’membeli’’ perusahaan, Singapura masih ‘’menjual’’ manajemennya.
Tapi, yang dilakukan Danone atau Murdoch, atau yang lain-lain lagi (tidak mungkin disebutkan satu per satu di sini), sudah tingkat ‘’mahir’’: membeli perusahaan yang sudah hebat dengan manajemen yang sudah tangguh. Biar pun harganya lebih mahal, manajemen yang baik akan dengan cepat ‘’menutupi’’ selisih kemahalannya itu.
Bagaimana Cina? Negeri ini, nampaknya, berpikir tidak perlu harus melewati tahap-tahap itu. Terlalu lambat. Cina ingin langsung meloncat ke tingkat ‘’pascamahir’’ itu tanpa melalui tahap yang dilakukan Singapura atau pun Murdoch.
Lihatlah, Cina mulai membeli Blackstone Group, sebuah perusahaan di AS yang bisnis utamanya justru membeli perusahaan. Sudah ratusan perusahaan hebat-hebat dibeli oleh Blackstone. Dan, kini Cina membeli saham Blackstone itu! Cina tidak perlu menunjukkan ‘’harus berkuasa’’ di perusahaan tersebut. Manajemen Cina memang belum dikenal hebat seperti manajemen Singapura atau Barat. Cina awalnya membeli 9,9 persen saham Blackstone. Itu pun saham ‘’nonvoting’’.
Tentu, kepemilikan saham itu akan terus membesar karena Cina akan menanam lagi 200 miliar dolar AS ke Blackstone. Tujuannya agar Blackstone terus punya kemampuan untuk membeli perusahaan lebih banyak lagi. Termasuk membeli Bluestars Group, sebuah holding company milik pemerintah Cina sendiri. Muter seperti susur dan sirih.
Dana 200 miliar dolar AS (angka ini tidak perlu dirupiahkan karena nolnya terlalu panjang) yang akan dimasukkan ke Blackstone itu akan diambilkan dari sebagian cadangan devisa Cina yang kini sudah mencapai 1,2 triliun dolar AS -cadangan devisa terbesar di dunia.
Blackstone juga baru saja membeli Hotel Hilton Group sebesar 20 miliar dolas AS (atau sekitar Rp190 triliun). Blackstone langsung menarik Hilton dari pasar modal sehingga status perusahaan publik yang sudah disandangnya sejak 1946 berakhir.
Waktu itu, 60 tahun yang lalu, Hilton perlu go public karena hotel yang didirikan oleh keluarga Hilton pada tahun 1919 di Texas ini ingin membeli hotel terkemuka di New York, Waldorf Astoria. Kini Hilton Group memiliki hotel di 2.800 lokasi, yang otomatis menjadi milik Balckstone, eh Cina , eh Blackstone, eh Cina, entahlah!
Untuk membeli kebesaran, kehebatan, reputasi, dan keandalan manajemen Hilton (kini menjadi jaringan hotel kedua terbesar di dunia setelah Marriott) itulah, Blackstone mau membeli perusahaan tersebut dengan tawaran harga 30 persen lebih mahal daripada sewajarnya.
Dalam kasus jual beli perusahaan seperti itu, mahal-murah benar-benar bukan persoalan besar. Murah-mahal, rupanya, hanya jadi masalah kalau kita membeli beras atau kaus kaki.
Bersambung ke bagian 2…



wah selamat deh buat paperking atas postingan pertamanya,
btw lum bisa komen, postingannya lum dibaca, abis panjang banget
yah namanya juga dunia bisnis…money talks
Ooo.. baru posting pertama.
salam kenal ya
akhirnya si Paperking posting juga :)>-
udah sudah mas kalo duitnya banyak banget. semua orang pasti mikir 2 kali juga. walaupun barang tersebut ada sejarahnya. pasti mikir juga. :d
susah kalo uang yang berbicara…
-IT-
Hmm.. tentang Kraft dan Danone..
Kayaknya kebalik deh.. seharusnya Kraft yang mo beli divisi cookie Danone for USD 7.2 billion.
Baca BBC, Political Gateway, dan LA Times
looo, paperking… dikritik nomer #6 tuh… pertanggungjawabannya mana?? /:)
:d Namanya juga nyadur dari koran. Korannya tuh yang salah ^^
perlumesinuang
ya saya tetap ngaku usahaku yang sebenarnya adalah:Bisnis uang,yang aku damba-dambain.
soal jual beli udah kebiasaan untuk seorang pembisnis,karena keuntungan kadang -kadang kurang,kerugian lebih banyak .
Emang si soal jual beli, ada ruginya,ada untungnya.
SAYA INGIN PUNYA RUMAH YANG MEWAH,INGIN KELUAR DARI GUBUK DERITA .
EMANG SI SAYA JALANIN BISNIS INI,TAPI SAYA MASIH MENGALAMI TANTANGAN,KADANG-KADANG ORANG –ORANG SLALU IRIHAI SAMA SAYA ,SAYA PERNAH DI KIRIMIN KOMPUTER UNTUK BISNIS DARI PUSAT TEKNOLOGI MORSILLA FIREFOX CALIFORNEA TAPI TERNYATA DICURI ORANG,BOSNYA ORANG CHINA,BEKERJA SAMA DENGAN ANAK-ANAK BUAHNYA.
kapan saya bebas dari gubuk derita,hidupku bagai dikejar pemburu,kadang-kadang lontang lantung nggak ada arah tujuan hidup, emang aneh hidup ini,mustikah harus menerima hidup seperti ini,kejujuran,keadilan dalam hati sesama nggak ada cuma hanya kemunafikkan,kebohongan,kelicikkan,lain di bibir,lain dihati,namun membawah bencana kepada sesama kita.
YA EMANG SI UANG ITU SEGAL-GALANYA,SMUA YANG KITA PERLUKAN ITU BELI DENGAN UANG ,UANG ADALAH:ALAT PEMENUH KEBUTUHAN DI DALAM KEHIDUPAN SETIAP HARI.
mo nambain lagi uang a aaaaaaaaaaaaaadi bloggerku.
Aku pengin nyium uang aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa supaya blogger keuanganku penuh uang .
DUDUK-DUDUK BERSAMA BRANDAL EMANG SUSAH NYARI DUIT, HARUS BELAJAR ILMU DARI ORANG .ORANG PINTAR NGAJAR ILMU ,ORANG BODOH NGAJAR KEJAHATAN ,ITULAH PERBEDAAN KEHIDUPAN ZAMAN MODERN.
BISNIS UANG ,BISNIS EMAS ,KALAU MO BERBISNIS JANGAN SEGAN-SEGAN ,KARENA ZAMAN SEKARANG ZAMAN KRISIS EKONOMI,JANGAN JADI ORANG BODOH DISAAT KRISIS GINI,HARUS BERLOMBAH-LOMBAH DALAM MERAIH KESUKSESAN.
MA KASIH YA TOLONG KUNJUNGI BLOGGERK,SETIAP HARI JUGA BISA ,TERSERAH KAMU .
BOLEH NGGAK MEMBANTU SAYA BEKERJA SAMA DENGAN KAMU ?
ma kasih ya atas kesempatannya,untuk saya berkunjung ke blog anda .
sekarang saya ingin berteman dengan anda,dalam membagi cerita/pengalaman .
WOW KRE N NYARI DUIT .
GUE SENANG NYARI DUIT ,ORANG-ORANG SUKA NYOLONG.
nyolong truuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuus.
manipulasi data truuuuuuuuuuuuuuuuuuus.
dataku masukin di prut siapasi .
gue kerjain lo.
dataku masuk diprut raksasa apaan.
gue perlu duit raksasa ni.
waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah uang raksasa rakus data niiiiiiiiiiiiiiiiiiiiitlan data melulu.
Aku tergoda dengan blogger ini krn di sini tersimpan uang raksasa.
emang uang raksasanya luar biasa.
w aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaduh siapa yang sikat habis ni ,dataku.
barang kali uang raksasa yang sikat habis ,apaan ni,kapan rekeningku penuh dengan uang .
dataku masuk di dalam mulut uang raksasa apa,mulut manusia,nggak malu tuORANG uang raksasa YANG MENELAN AtO orang,manipulasi dataKU.
Aku slalu menggoda dengan uang raksasa ni.
wahooooooooooooooAku menggoda dengan uang raksasa di blog ini emang.
mas cawapres gimana dong ?.
waaaaaaaaaaaaaaaah duuuuuuuuuuuuuuuh di blog ini emang rame juga ya,soalnya menggoda dengan uang raksasa jadi,itulah namanya bisnis,pastih semua orang tergoda dengan uang raksasa .
hae teman-teman jaga blog masing-masing ya ada yang nyolong data ku ini.
waaaaaaaaaaaaaaaahduuuuuuuuuuuuuuuuh dataku masuk di prut siapa si.
eeeeeeeeeeeeeeeeeeeeetolong ngomong dong,kalo mo kerja sama ,jangan kaya nyolong data gitu.
Heeeeeeeeeeeeeeeeeeuang ajaib di blogku luar biasa.
Heeeeeeeeeeeeeeeeeeuang ajaib di blogku luar biasA AJAIB BENARAN UANG RAKSASA DI bLOGKU INI.
UANG RAKSASA INI KALAU MASUK KEREKENING,SE HARI SAJA REKENING DI BANK PENUH UANG RAKSASA.
luar biasa uang raksasa bloggerku ini,nggada tandingannya,tolong dong kunjungi bloggerku kalo siapa yang pengin gabung dengan ato bekerja sama dengan ku syaratnya harus punya email yahoo ,contohnya:Anas@yahoo.com,jangan pake gmail dan lain-lain.
Tolong saya Bos orang2 irihati sama saya,karena uang saya yang tersimpan ini,apa bila ada yang masuk ke blogger saya ini,tolong di lacak sidik jarinya dan tolong di kasih peringatan, supaya jangan mereka masuk ke semua blogger saya,terima kasih .