MySQL di WordPress Terlalu Besar, Ini Solusinya; Studi Kasus Website Berita (Bagian 2)

Saturday, November 14th, 2015 7:18 pm

Sebelum Tulisan Dimulai…
Ini adalah lanjutan dari yang MySQL di WordPress Terlalu Besar, Ini Solusinya; Studi Kasus Website Berita (Bagian 1). Di posting kali ini kita menyeting plugin cache agar efisien dan juga menyeting berkas .htaccess agar bisa me-redirect sehingga jika pengunjung mengakses ke tahun 2013 maka, akan mengunjungi website arsip.

Tulisan Sesudah Sebelum Tulisan Dimulai…
Langkah kita selanjutnya:

  1. Login ke wp-admin, lalu seting plugin cache (dalam hal ini saya memakai plugin ZenCache, plugin cache favorit saya, mudah digunakan dan sangat terasa perubahan load-nya) agar tidak perlu membersihkan cache otomatis (karena halaman arsip kemungkinan tidak akan diupdate).

    Buat agar plugin tidak otomatis menghapus cache

    Buat agar plugin tidak otomatis menghapus cache

  2. Lalu, buat waktu expired arsip menjadi 1 tahun (bisa lebih jika mau)

    Buat waktu expired jadi 1 tahun atau lebih

    Buat waktu expired jadi 1 tahun atau lebih

  3. Kemudian buat menjadi auto rebuild, agar cache tersedia walaupun tidak sedang dikunjungi oleh pengunjung. Hal ini penting agar halaman tidak perlu melakukan query ke database.

    Atur cache menjadi auto rebuild

    Atur cache menjadi auto rebuild

  4. Jika sudah, kali ini menuju ke website utama (ingat bukan ke website arsip ya).
  5. Ubah berkas .htaccess, masukkan kode di bagian paling atas:

     
  6. Jika sudah semua, silakan dihapus posting tahun 2013 yang ada pada website utama. Dengan query:

    lalu seperti langkah di bagian pertama, bersihkan tabel wp_term_relationships juga wp_postmeta


     
  7. Jika sudah, kembali di optimize table:

    Optimize table di PhpMyAdmin

    Optimize table di PhpMyAdmin

  8. Kembali ke website arsip (2013.namadomainklien.com), ubah tautan beranda (ini opsional, hanya jika kamu mau membuat mereka yang mengklik menu “Home” atau “Beranda” di website arsip jadi beralih ke website utama).
  9. Jika sudah, lanjutkan juga dari awal langkah membuat website arsip untuk tahun 2014.

Tulisan Sesudah Tulisan…
Selesai, dari pengalaman saya, cara ini lumayan me-reduce load CPU dan ram di VPS. Jadi dibanding memaksakan berada pada 1 database yang bisa membuat server stres meningkat, bisa-bisa setiap posting berita membuat lemot bahkan men-shutdown service 😉

Jika mau, bisa juga website utama berbeda VPS dengan website arsip. Silakan dicoba ya, jangan lupa mem-backup (terutama database sebelum mengeksekusi query).


suka dengan tulisan saya? silakan juga mem-follow twitter saya

butuh web-developer/web programmer? silakan kontak saya agar saya memberikan solusi untuk Anda. Portfolio saya bisa dicek di Limosin Creative Studio


Category: Tutorial, WordPress

Label: , ,



6 Responses to MySQL di WordPress Terlalu Besar, Ini Solusinya; Studi Kasus Website Berita (Bagian 2)

  1. Pingback: Ardy Hidayat | MySQL di WordPress Terlalu Besar, Ini Solusinya; Studi Kasus Website Berita (Bagian 1)

  2. lagu says:

    terimakasih mas, ini tips yang bermanfaat banget.

  3. flashlagu says:

    solusi yang bisa diterapkan, thanks !

  4. makasih solusinya mas, sblm baca ini saya blm kepikiran.

  5. Johnd607 says:

    I am impressed with this website, rattling I am a big fan. bbdcfdfdekce

Leave a Reply to lagu Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  • Stuff

    • wongkito.net

      KombatHost.com

    • Langganan Blog ini via Email

      Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

close
sila dibaca blog saya yang lain