Jejak-jejak Serunting Sakti Sang Si Pahit Lidah

Tuesday, April 24th, 2012 9:17 pm

Sebelum Tulisan Dimulai…
Waktu kecil dulu saya pernah menonton film yang berjudul “Sumpah Si Pahit Lidah” tayang di TVRI (dulu saya pikir judulnya Si Pahit Lidah melawan Si Mata Empat), film ini dibintangi oleh Advent Bangun, seorang aktor laga berpengalaman yang aktingnya diakui sekali. Film yang berkisah tentang seorang pendekar berjuluk Si Pahit Lidah yang bisa mengutuk orang menjadi batu hanya dengan ucapan ini sungguh memukau saya waktu itu.

Sebagai anak kecil yang suka meniru, tentunya setelah menonton film tersebut, saya dan teman-teman mulai bermain silat-silatan menirunya. Dan tentu saja, seperti yang bisa ditebak, semua anak ingin jadi Si Pahit Lidah, yang hanya dengan mengucap kutukan bisa membuat orang menjadi batu :D

Tulisan Sesudah Sebelum Tulisan Dimulai…
Adalah mama saya yang bercerita setelah kami bermain, bahwa ternyata Si Pahit Lidah adalah tokoh dari Lahat, sebuah kabupaten di Sumatera Selatan, asal daerah orang tua saya.

Mendengar hal tersebut, tentunya saya meminta beliau untuk bercerita tentang legenda Si Pahit Lidah. Beliau lalu menceritakan bahwa sering diceritakan oleh nenek tentang legenda tersebut. Pernah juga beliau waktu kecil diajak ke sebuah kebun kopi, di sana beliau melihat patung seorang putri yang sedang menanam padi, dikatakan nenek bahwa patung tersebut adalah hasil dari kutukan Si Pahit Lidah.

Konon kabarnya di atas bukit kebun kopi tersebut ada berbagai macam patung lagi, tetapi karena menurut nenek tempat tersebut angker, jadi beliau takut untuk melihat lebih lanjut.

Nah, dulu waktu kecil saya hanya bisa mendengarkan cerita ini. Tapi setelah dewasa ini, tentunya saya seorang yang hobi menyelidiki tentang sejarah dan legenda ini mencoba untuk menyelidiki legenda Si Pahit Lidah ini.

Kesempatan untuk berkunjung ke tempat-tempat yang diyakini dikunjungi oleh Si Pahit Lidah ada saat saya berkunjung ke Lahat menemani kakak saya. Di daerah Kota Pagar Alam di sebuah kebun teh, terdapat 3 patung ibu-ibu yang sedang menggendong anaknya, kondisi patung tersebut gemuk dan diberikan pagar serta atap oleh pemerintah.

Batu Macan

Batu Macan adalah salah satu yang dipercaya oleh penduduk sekitar bahwa Si Pahit Lidah mengubah seekor macan dan seorang ibu dan anaknya menjadi batu.

Gambar di atas adalah gambar Batu Macan, konon kabarnya saat Si Pahit Lidah istirahat di sebuah batu, ada seekor macan yang ingin menerkam seorang ibu, harimau tsb diperingati oleh Si Pahit Lidah sampai 3x, tetapi tetap berniat menerkam ibu tsb. Akhirnya kutukan Si Pahit Lidah pun terucap “ai, dasar batu kau ni“, tapi anehnya, bukan hanya macan tsb yang menjadi batu, tetapi sang ibu dan anak juga.

Usut punya usut, ternyata si ibu adalah seorang pezinah dan anak yang digendongnya adalah anak hasil perzinahannya. Dari cerita inilah terjadi asal muasal peraturan adat jika seseorang diketahui berzinah, maka ada banyak persyaratan seperti menyembelih kambing, sapi, membersihkan rumah, dll

Lanjut perjalanan saya ke daerah di antara Desa Kebur menuju Lahat (sebelum Lahat), di sebelah kiri terdapat semacam sekolahan dan terdapat spanduk bertuliskan tentang peninggalan Si Pahit Lidah.

Ternyata di daerah Pampangan OKI terdapat juga peninggalan Pangeran Serunting Sakti (Si Pahit Lidah) termasuk yang diyakini bahwa tempat ini adalah makamnya. Tapi sayang pemerintah setempat sepertinya tidak begitu memperhatikan peninggalan ini. Bahkan jika hari libur, banyak sekali pemuda-pemudi yang pacaran di sini hehe =P~

Terdapat pula Taman Si Pahit Lidah yang berada di Pasar Terminal Nendagung, Pagaralam. Sama seperti yang dilaporkan oleh pihak Sripo baru-baru ini, saat saya berkunjung saya juga mendapati taman ini tidak terawat, sungguh sangat disayangkan.

Patung Si Pahit Lidah sedang memegang kayu

Patung Si Pahit Lidah sedang memegang kayu tersebut melambangkan keperkasaannya saat membela masyarakat besemah zaman dulu

Tulisan Sesudah Tulisan…
Oh ya, jaman SMA dulu pernah ada acara berkunjung ke tempat-tempat bersejarah di Palembang, saat sampai di Museum Bala Putera Dewa, kami diceritakan oleh seorang penjaga (saya lupa namanya) bahwa Legenda Si Pahit Lidah dikarang oleh orang Belanda (VOC) agar menutupi fakta masyarakat Sumatera Selatan adalah orang-orang yang pintar seni.

Kata-kata penjaga museum ini lumayan masuk akal, tapi jika ditanya ke saya pribadi, saya akan tetap memilih bahwa Pangeran Serunting Sakti alias Si Pahit Lidah benar-benar ada di jaman dahulu dan membela masyarakat yang lemah #ciyeee O:-)

Mohon maaf jika pengalaman saya berjelajah ini tidak bisa mendapati foto satupun, sebenarnya saya membawa kamera poket dan juga  handphone berkamera, tetapi ternyata sampai di tempat tujuan 2 kamera tersebut tidak bisa digunakan, handphone saya memang habis baterai karena lupa di-charge, sedangkan kamera poket saya tidak mau hidup, walau baterainya penuh. Anehnya setelah perjalanan usai, kamera ini bisa berfungsi kembali, hal ini karena sebuah kebetulan ataukah …? :-SS

Pada akhir kata, akan lebih baik jika pemerintah memperhatikan dan menjaga tempat-tempat bersejarah dan budaya asli daerah, toh selain mempunyai daya tarik kepada wisatawan yang datang, juga berusaha melestarikan nilai-nilai kebudayaan Indonesia yang beragam ini, khususnya daerah Sumatera Selatan.

Tulisan ini diperuntukkan mengikuti Kompetisi Blog Pesona Sumatera Selatan yang diadakan Komunitas Blogger Wongkito. Harusnya jika membicarakan Sumatera Selatan, akan ada banyak sekali hal yang menarik untuk dikunjungi, ditulis, dan dibagikan. Tetapi untuk kesempatan ini, entah mengapa rasanya saya ingin sekali menuliskan legenda Si Pahit Lidah.

Mudah-mudahan setelah membaca tulisan saya ini, beberapa orang dari luar daerah Sumatera Selatan akan bisa mendapat pengetahuan bahwa ternyata di Sumatera Selatan, khususnya Lahat bukan hanya Gunung Dempo yang bisa dijadikan tempat wisata, ada juga beberapa patung yang menarik bagi mereka yang suka akan sejarah untuk berkunjung.

sumber foto:

  1. Batu Macan: lahatkab.go.id
  2. Patung Si Pahit Lidah: palembang.tribunnews.com

 


suka dengan tulisan saya? silakan juga mem-follow twitter saya

16 Responses to Jejak-jejak Serunting Sakti Sang Si Pahit Lidah

  1. Lyla Reserved Google Chrome Windows says:

    hmmm, bagus ceritanya :) hehehe… mau ikutan lomba ini, tapi bukan orang sana, hehehe :D

    mampir balik ya gan, doa saya deh, semoga menang :0

  2. David Indonesia Unknow Browser Unknow Os says:

    makasih buat info tulisannya :)

  3. jhon Indonesia Unknow Browser Unknow Os says:

    si pahit lidah itu … tokoh dari danau ranau, OKU selatan, sumater selatan… bukan dari lahat ..

  4. di Ranau, di Lahat legendanya sama. Jadi saya lebih percaya kepada cerita VOC hehe.. karena batu2an patung itu hanya patung karya seni yang jamak di jaman Hindu Buddha :) batu2an sebagai produk seni dan bernilai relijius ini banyak di seantero asia tenggara yang pada masa itu menganut hindu budha dan di sumsel adalah pusat budhisme pada masa itu. Jadi ya wajar banyak batu patung. Dan tokoh ini emang ga perlu "diperebutkan" mau ranau mau lahat mau komring hehe.. sama aja, produk cerita rakyat sumbagsel.

  5. di Ranau, di Lahat legendanya sama. Jadi saya lebih percaya kepada cerita VOC hehe.. karena batu2an patung itu hanya patung karya seni yang jamak di jaman Hindu Buddha :) batu2an sebagai produk seni dan bernilai relijius ini banyak di seantero asia tenggara yang pada masa itu menganut hindu budha dan di sumsel adalah pusat budhisme pada masa itu. Jadi ya wajar banyak batu patung. Dan tokoh ini emang ga perlu "diperebutkan" mau ranau mau lahat mau komring hehe.. sama aja, produk cerita rakyat sumbagsel.

  6. syamsul Indonesia Unknow Browser Unknow Os says:

    sepahit lidah atau sipahit lidah… bukan tokoh sembarangan, kalau beberapa daerah mengakuinya, seperti, OKU, OKI, Muara Enim, Lahat dll…karena tokoh ini bukan tokoh yang berdiam tetap disuatu tempat… beliau selalu mengembara dan selalu memberikan peninggalan sebagai tanda2 peringatan (IMHO)

  7. pendi United States Unknow Browser Unknow Os says:

    tempat si pahit lidah,itu ada d 2 provinsi,yaitu sumbagsel,dan lampung,.karna d lampung juga ada beberapa bekas kutukan si pahit lidah.salah 1 nya.yaitu "batu kebayan" d kab.lampung barat

  8. kamandanu arya Indonesia Unknow Browser Unknow Os says:

    jadi tw.

  9. mirzasaputra Canada Unknow Browser Unknow Os says:

    Bagus tu karya'a sob, kita sbagai putra daerah harus melestarikannya. (Y)

  10. putra umsel Indonesia Unknow Browser Unknow Os says:

    YA ORANG RANAU SEMUA, DISUMSEL INI YANG ADA CUMAN ORANG RANAU SAJA YANG LAIN GAK ADA SEMUA DARI RANAU SEMUA ORANG RANAU. PAHIT LIDAH ORANG RANAU, ARYA KAMAN DANU ORANG RANAU, MEISHIN ORANG RANAU ARYA DWI PANGGA ORANG RANAU SEKANG BAPLANG ORANG RANAU, HITLER ORANG RANAU JENGIS KHAN ORANG RANAU, NAPOLEON BONAPARTE ORANG RANAU, SEMBARA ORANG RANAU, RANGGALAWE ORANG RANAU JUGA, HERKULES ORANG RANAU, LEONEL MESSI ORANG RANAU, CRISTIANO RONALDO ORANG RANAU, SUKARNO ORANG RANAU, SULTAN MAHMUD BADARUDIN II ORANG RANAU, JENDRAL SUDIRMAN ORANG RANAU, JENDRAL AHMAD YANI ORANG RANAU, JENDRAL NASUTION ORANG RANAU, KIMJONG IL ORANG RANAU, NENEK MOYANG ORANG KOREA DARI RANAU, NENEK MOYANG INGGRIS DARI RANAU, SADDAM HUSEN ORANG RANAU, GEORGE BHUS ORANG RANAU, WIRO SABLENG ORANG RANAU, BARAK OBAMA ORANG RANAU, IT-TSING ORANG RANAU, SUHARTO ORANG RANAU, SUPER MAN ORANG RANAU SPIDER MAN ORANG RANAU BATMAN ORANG RANAU.

  11. Arafat Indonesia Unknow Browser Unknow Os says:

    Saya yakin tokoh bernama Pahit Lidah ini ada, cuma bukan nama sebenarnya. Seperti contoh kita mengenal nama Jaka Tingkir, Nama ini bukan dongeng tapi benar-benar ada dengan nama Asli Karebet dan setelah jadi Raja Pajang bernama Sultan Hadi Wijaya.

    Cerita Pait Lidah sangat masyhur di Masyarakat sumatra, palembang, jambi dan sekitarnya. Ini tidak hanya cerita dongeng namun Di Kitab Undang-Undang Negeri Jambi juga disebutkan sebelum dikuasai oleh Putri Pinang Masak dan Datuk Paduko Berhalo, Jambi pernah dikuasai oleh Tun Telanai. Sebelum kedatangan Tun Telanai Jambi pernah dikuasai oleh Dewa Sekarabah alias Si Pahit Lidah.

    Klo bicara sejarah, maka Jambi dan Palembang pernah bersatu dalam 3 kerajaan yakni Melayu Tua (Budha), Sriwijaya (Budha), dan Majapahit (Hindu).

    Bisa jadi Pahit Lidah adalah pemimpin yang kata2nya Wibawa atau benar2 pahit (Menyakitkan) orang yang mendengarnya

    Wallahua'lam

  12. fsdfds Romania Unknow Browser Unknow Os says:

    Seruntingthe ship was sunc by usa the fake ship is comming

  13. radji Indonesia Unknow Browser Unknow Os says:

    Yg bgni membuat org jadi gk percya dgn sejarah..tambah lg rekayasa.

  14. ngeri juga kalau bertemu sipahit lidah takut dikutuk

  15. bisa jadi jaman dulu kan pda sakti sakti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

close
sudahkah kamu ngaku hari ini??